Kamis, 18 Desember 2014



LIBERAL ARTS

I. Pendahuluan                      
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah hal utama dalam kehidupan ini. Pendidikan merupakan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang guna menunjang kehidupannya, khusunya dijaman yang modern ini. Dengan berkembangnya jaman, manusia dituntut untuk selalu bisa bertahan, terus maju, serta mengikuti perubahan jaman yang ada, sehingga peranan pendidikan pun semakin diperhitungkan saat ini.
Saat ini hampir diseluruh dunia menganut sistem pendidikan yang spesialis, yaitu yang hanya berfokus pada satu biang keahilian saja. Namun ternyata sistem pendidikan spesialis ini memiliki kekurangan, seperti sedikitnya kemampuan dan hanya mengetahui tentang satu bidang pekerjaan saja. Padahal, dengan perkembangan jaman, pendidikan pun ikut mengalami perkembangan. Perkembangan dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari banyaknya metode-metode/ program pembelajaran yang bermunculan di Indonesia. Salah satu program pembelajaran yang muncul baru-baru ini adalah Liberal Arts. Inilah yang dapat mengatasi kelemahan yang ada pada sistem pendidikan yang spesialis.
Liberal Arts berasal dari kata “artes liberales” yang sering digunakan di Eropa pada abad pertengahan. Dalam sistem pendidikan di sejumlah negara maju, liberal art dijadikan sebagai sebuah sistem pendidikan, sehingga bermunculan sejumlah college liberal art (jenis perguruan tinggi yang biasanya mengasilkan sarjana S1. Biasanya setengah dari total masa kuliahnya diisi dengan pelajaran Liberal Arts)

II. Pembahasan
A. Pengertian Liberal Arts
Pendidikan klasik sering disebut sebagai pendidikan seni kebebasan (liberal arts education). Pemikiran ini berasal dari Plato, yang berpendapat bahwa orang-orang yang belajar hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan ekonominya adalah orang-orang yang bermental budak. Budak belajar untuk bekerja, dan bekerja untuk mendapatkan uang. Namun, bagi Plato, orang bebas belajar untuk memperoleh pengetahuan yang melampaui pemenuhan kebutuhan jasmani semata. Liberal Arts adalah sistem pembelajaran yang mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, dari ilmu pasti hingga ilmu sosial. Pada awalnya Liberal Arts adalah pendidikan yang diajarkan oleh gereja pada masa romawi, itu dimaksudkan agar orang-orang pada jaman romawi dapat mengerti ajaran-ajaran agama dan kehidupan. Liberal Arts menekankan mahasiswanya memiliki skill dan pola pemikiran yang baik dalam mengeluarkan ide/ gagasan yang inovatif dan kreatif. Kemampuan tersebut didapatkan selama proses belajar, baik itu secara teori maupun praktek. Dengan pola pikir yang baik, mahasiswa bisa menyelesaikan masalah dengan logis dan menghadapi perubahan jaman yang semakin modern.

B. Materi Liberal Arts
Materi kuliah yang digunakan pada Liberal Arts merupakan materi umum yang menampung hampir diseluruh aspek dalam kehidupan ini. Materi yang diajarkan di Liberal Arts lebih menekankan pada pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari, tidak hanya teori saja yang dipelajarinya. Contohnya, beberapa mata pelajaran mengaitkan cara berpikir logis pada isu/ permasalahan yang sedang menjadi pembicaraan semua orang.
Secara keseluruhan, ilmu yang dipelajari dalam Liberal Arts ada tujuh macam, dan dapat diklasifikasikan menjadi dua grup. Yaitu:
a.    Kelompok  dasar – verbal
1.    Tata bahasa
Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai macam sastra, diajari bagaimana menggunakan bahasa yang baik, menulis karangan ilmiah yang sistemanis, dan lainnya.
2.    Retorika
Menggali dan membentuk karakter setiap mahasiswa nya. Salah satu hasilnya adalah mahasiswa memiliki kemampuan untuk berbicara didepan umum.                         
3.    Logika
Melatih mahasiswa berpikir kritis dengan mendalami ilmu filsafat, ilmu politik, ilmu     alam, dan lainnya. Sehingga mereka dapat memiliki pendirian sendiri.
b. Kelompok disiplin matematika & fisika – angka                                                        
1.    Aritmatika
Mahasiswa diajari tentang angka, seperti teori angka, kalkulus, akuntansi dan lainnya. Aritmatika sangat berguna di kehidupan sehari-hari, contohnya perhitungan saat belanja, perhitungan nilai pelajaran, dan lainnya.
2.    Geometri
Mempelajari tentang angka yang berhubungan dengan ruang. Misalnya, arsitektur,   geodesi, geologi, teknik sipil, dan lainnya  . Walaupun tidak semua jurusan membuthkan perhitungan ini, namun pada kehidupan nyatanya mahasiswa pasti menemukan perhitungan yang berkaitan dengan geometri, seperti saat membeli lemari dan harus menyesuaikan dengan ruangan, dan lainnya.
3.    Astronomi
Mahasiswa mempelajari tentang benda-benda langit  , seperti susunan tata surya, bulan, bintang, dan lainnya. Ilmu ini pada jaman kuno sangat berguna, dari ilmu ini bayak ditemukan penemuan-penemuan tentang benda langit yang dipakai hingga sekarang
4.    Musik
Mempelajari vokal, instrumen, dan lainnya. Pelajaran ini tidak bermaksud untuk membuat siswa nya sebagai pemain musik, namun pelajaran ini mengajarkan mahasiswanya untuk bisa menghargai dan mengapresiasikan setiap seni yang ada.

Namun dengan berkembangnya jaman, pendidikan pun ikut berubah mengikuti pasar dunia yang ada. Sehingga dari keseluruhan ilmu yang dipelajari tersebut, sekarang yang digunakan sebagai materi pembelajaran Liberal Arts hanya beberapa saja seperti,  studi mengenai teologi, sastra, filsafat, sejarah, bahasa, matematika, dan sains. Setiap siswa yang mempelajari Liberal Arts juga diajarkan tentang etos kerja, berpendapat dan mencetuskan gagasan pada setiap materi yang dipelajarinya.

C. Jenjang Liberal Arts
Liberal Arts adalah sistem pendidikan yang masih asing bagi banyak orang diIndonesia, tetapi di Amerika liberal arts punya peran yang sangat signifikan di dunia edukasi negara tersebut dan merupakan pilihan bagi banyak orang. Liberal arts sekarang bisa didefinikan secara luas sebagai pendidikan yang menekankan pada pengetahuan dan kapasitas intelektual umum. Liberal Arts hampir selalu didefinisikan sebagai institusi pendidikan S1 khas Amerika Serikat, padahal institusi pendidikan ini sudah mulai menjamur di Eropa, contohnya European College of Liberal Arts di Berlin, Jerman. Di Belanda dan Inggris, juga banyak yang sudah membuka universitas liberal arts dengan nama “university college”, contohnya University College Utrecht di Utrecht, Belanda.
Di indonesia, Liberal Arts paling banyak diterapkan pada perguruan tinggi yang menghasilkan sarjana S1. Padahal di negara barat, seperti Amerika, sistem Liberal Arts telah diterapkan dari mulai jenjang sekolah yang terkecil (SD, SMP, SMA).
Selain digunakan di Amerika Serikat, Indonesia pun sudah mulai melirik sistem Liberal Arts ini. Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah  terengar wacana untuk menggunakan sistem Liberal Arts pada perguruan tinggi. Beberapa universitas yang telah mencanangkannya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lainnya. Sampai sekarang mereka masih mengkaji dan menyesuaikan sistemnya untuk pendidikan di Indonesia. Sembari mengkaji sistemnya, universitas-universitas tersebut sedikit mengadopsi sistem pembelajaran Liberal Arts, yaitu dengan memasukkan Mata Kuliah Dasar Umum dalam perkuliahannya. Berbeda dengan beberapa universitas swasta yang malah telah menerapkan dan menggunakan Liberal Arts di sistem pendidikan perguruan tingginya, yaitu seperti Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Di UPJ, materi Liberal Arts yang dimasukkan adalah Pengantar Ilmu Pengetahuan Alam (mempelajari dasar-dasar ilmu fisikia, kimia, biologi, dan kebumian) dan Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial (mempelajari dasar-dasar psikologi, antropologi, sosiologi, dan ekonomi). Sedangkan di UPH, materi Liberal Arts yang dimasukkan berupa Asian Thought (mempelajari pemikiran-pemikiran filosofi dari beberapa sudut pandang negara di asia), world history (mempelajari sejarah-sejarah penting yang ada di dunia), dan anthropology (mempelajari tentang manuasia diliat dari sudut pandang sosial, alam, dan humaniora) . Itulah yang menjadi pembeda antara UPJ dan UPH dalam penerapan Liberal Arts.


D. Kelebihan dan Kekurangan Liberal Arts
Liberal Arts merupakan suatu sistem pendidikan yang sangat berbeda dengan sistem-sistem pendidikan yang sudah ada di Indonesia. Sistem Liberal Arts tidak mengkotak-kotakkan jenis pendidikan yang ada, maksudnya pada sistem Liberal Arts kita dapat mempelajari pelajaran yang biasanya tidak didapatkan dalam program studi yang kita pilih. Dengan mempelajari banyaknya ilmu pengetahuan di Liberal Arts, mahasiswa terbiasa untuk berpikir secara analisis, rasional, terorganisasi, kritis, mengambil keputusan dengan bjak, dan lainnya. Sehingga pada akhirnya mereka menjadi seorang yang intellect, bisa mengorganisir dirinya sendiri maupun orang lain, bekerja dengan baik di berbagai bidang, menghargai orang lain/ tenggang rasa, dapat dipercaya,dan lainnya.  Liberal Arts  juga membuat kita menjadi seorang yang berpikiran terbuka, sehingga kita dapat melihat suatu hal dari beberapa sudut pandang.
Liberal Arts adalah sistem pendidikan yang berbeda dari sistem pendidikan yang ada di Indonesia (sistem pendidikan spesialis). Beberapa hal yang menunjukkan perbedaanya adalah pada Liberal Arts diajarkan tentang pengetahuan umum tentang cara berpikir yang tidak diajarkan di sistem pendidikan spesialis. Sistem pendidikan spesialis biasanya berfokus pada satu jenis kemampuan, berdasarkan jurusan yang mahasiswa ambil, namun setelah lulus para mahasiswa baru  menyadari bahwa kemampuan yang lebih berharga didapatkan dari dalam dirinya sendiri, yaitu cara berpikir, kreatifitas, dan lainnya, sehingga mereka bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Sistem pendidikan spesialis juga mungkin mempersiapkan kita untuk bisa berkarir menjadi pekerja, namun pada Liberal Arts kita dipersiapkan untuk menjadi seorang yang pandai di berbagai bidang, bisa dibilang Liberal Arts membebaskan kita untuk memilih pekerjaan apa yang kita sukai sehingga kita tidak tertekan dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Namun sayangnya belum banyak orang yang bisa merasakan manfaat Liberal Arts tersebut. Itu disebabkan karena Liberal Arts adalah sistem baru yang masuk ke Indonesia, sehingga masyarakat belum mengenal dan mengerti tentang Liberal Arts. Kurangnya sosialisasi tentang pengenalan Liberal Arts dalam lingkungan pendidikan merupakan suatu hambatan yang besar. Pemikiran masyarakat yang masih terpaku dengan sistem pendidikan spesialis juga menjadi hambatan Liberal Arts untuk berkembang di Indonesia.  Masyarakat masih belum percaya dengan hasil akhir dari Liberal Arts, sehingga mereka masih memilih sistem pendidikan yang lama.

III. Penutup
A. Kesimpulan
            Liberal Arts adalah suatu sistem pembelajaran klasik yang berasal dari romawi kuno. Yang pertama kali mencetuskannya adalah Plato yang berpendapat bahwa ‘orang bebas belajar untuk memperoleh pengetahuan yang melampaui pemenuhan kebutuhan jasmani semata’. Liberal Arts mempelajari banyak cabang ilmu, dari ilmu eksakta hingga ilmu sosial. Pada Liberal Arts modern, pelajaran yang dipelajari berupa teologi, sastra, filsafat, sejarah, bahasa, matematika, dan sains. Di Indonesia sendiri yang telah menggunakan sistem pendidikan Liberal Arts adalah Universitas Pembangunan Jaya dan Universitas Pelita Harapan, sedangkan yang telah mengadopsi sistem Liberal Arts pada kurikulum pendidikannya adalah Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung dengan Mata Kuliah Umum nya. Liberal Arts Mengasah soft-skill dan hard-skill siswanya. Sehingga menjadikan siswanya memiliki pengetahuan umum yang lebih luas daripada lulusan yang tidak mempelajari Liberal Arts, dan pada akhirnya mereka menjadi lebih aktif, kreatif, dan berpikiran inovatif dengan apa yang ia hadapi sehari-hari. Namun sayangnya Liberal Arts ini sulit untuk berkembang di Indonesia karena pola pikir masyarakat Indonesia yang masih memegang teguh tentang sistem pendidikan spesialis, dan sulit untuk mempelajari hal yang baru.

B.Saran
            Liberal Arts sebaiknya terus dikembangkan di Indonesia, karena sistem ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem pensisikan spesialis, yang nantinya Liberal Arts akan membantu Indonesia untuk menghadapi perubahan jaman. Untuk bisa mensosialisasikan Liberal Arts, kita bisa mulai secara perlahan dan terus-menerus dalam mengenalkan Liberal Arts, seperti diadakannya workshop tentang Liberal Arts sehingga lambat laun masyarakat mengenal Liberal Arts.

Daftar Pustaka



Sabtu, 13 Desember 2014

SISTEM PENDIDIKAN LIBERAL ARTS

LIBERAL ARTS

I.              Pendahuluan
a.    Latar Belakang
Pendidikan adalah hal utama dalam kehidupan ini. Pendidikan merupakan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang guna menunjang kehidupannya, khusunya dijaman yang modern ini. Dengan berkembangnya jaman, manusia dituntut untuk selalu bisa bertahan, terus maju, serta mengikuti perubahan jaman yang ada, sehingga peranan pendidikan pun semakin diperhitungkan saat ini.
Dengan perkembangan jaman, pendidikan pun ikut mengalami perkembangan. Perkembangan dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari banyaknya metode-metode/ program pembelajaran yang bermunculan di Indonesia. Salah satu program pembelajaran yang muncul baru-baru ini adalah Liberal Art.
Liberal Art berasal dari kata “artes liberales” yang sering digunakan di Eropa pada abad pertengahan. Dalam sistem pendidikan di sejumlah negara maju, liberal art dijadikan sebagai sebuah sistem pendidikan, sehingga bermunculan sejumlah college liberal art.
II.            Pembahasan

a.    Pengertian Liberal Art
Libeal Art adalah sistem pembelajaran yang mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, dari ilmu pasti hingga ilmu sosial. Liberal Art menekankan mahasiswanya memiliki skill dan pola pemikiran yang baik dalam mengeluarkan ide/ gagasan yang inovatif dan kreatif. Dengan pola pikir yang baik, mahasiswa bisa menyelesaikan masalah dengan logis dan menghadapi perubahan jaman yang semakin modern.

b.    Materi Liberal Art
Materi kuliah yang digunakan pada Liberal Art merupakan materi umum yang mencangkup hampir diseluruh aspek dalam kehidupan ini. Materi yang diajarkan di Liberal Art lebih menekankan pada pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari, tidak hanya teori saja yang dipelajarinya.

Secara keseluruhan, ilmu yang dipelajari dalam Liberal Art ada tujuh macam, dan dapat diklasifikasikan menjadi dua grup. Yaitu:

a.    Kelompok  dasar – verbal
1.    Tata bahasa  : Mempelajari sastra, linguistik, dan bahasa      
2.    Retorika        :  Pendidikan karakter mahasiswa                                               
3.    Logika          : Cara berpikir kritis. Mendalami ilmu filsafat, ilmu politik, ilmu     alam, dan lainnya

b. Kelompok disiplin matematika & fisika – angka                                                        
1.    Aritmatika      : Memepelajari tentang angka. Misal, teori angka, kalkulus, akuntansi dan lainnya.
2.    Geometri        : Mempelajari tentang angka yang berhubungan dengan ruang. Misal, arsitektur,   geodesi, geologi, teknik sipil, dan lainnya         
3.    Astronomi      : Mempelajari tentang benda-benda langit        
4.    Musik             : Mempelajari vokal, instrumen, dan lainnya
Namun dari keseluruhan ilmu yang dipelajari tersebut, sekarang yang digunakan sebagai materi pembelajaran Liberal Art hanya beberapa saja seperti,  studi mengenai teologi, sastra, filsafat, sejarah, bahasa, matematika, dan sains. Setiap siswa yang mempelajari Liberal Art juga diajarkan tentang etos kerja, berpendapat dan mencetuskan gagasan pada setiap materi yang dipelajarinya.

c.    Jenjang Liberal Art
Liberal arts adalah tipe sekolah yang masih asing bagi banyak orang diIndonesia, tetapi di Amerika liberal arts punya peran yang sangat signifikan di dunia edukasi negara tersebut dan merupakan pilihan bagi banyak orang. Liberal arts sekarang bisa didefinikan secara luas sebagai pendidikan yang menekankan pada pengetahuan dan kapasitas intelektual umum. Liberal arts hampir selalu didefinisikan sebagai institusi pendidikan S1 khas Amerika Serikat, padahal institusi pendidikan ini sudah mulai menjamur di Eropa, contohnya European College of Liberal Arts di Berlin, Jerman. Di Belanda dan Inggris, juga banyak yang sudah membuka universitas liberal arts dengan nama “university college”, contohnya University College Utrecht di Utrecht, Belanda.
Di indonesia, Liberal Art paling banyak diterapkan pada perguruan tinggi yang menghasilkan sarjana S1. Padahal di negara barat, seperti Amerika, sistem Liberal Art telah diterapkan dari mulai jenjang sekolah yang terkecil (SD, SMP, SMA).
Selain digunakan di Amerika Serikat, Indonesia pun sudah mulai melirik sistem Liberal Art ini. Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah  terengar wacana untuk menggunakan sistem Liberal Art pada perguruan tinggi. Beberapa universitas yang telah mencanangkannya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lainnya. Namun sampai sekarang mereka belum memulai sistem Liberal Art ini di universitasnya. Sedangkan yang tidak terlalu banyak berbicara tentang Liberal Art malah sudah menerapkan dan menggunakannya di sistem pendidikan perguruan tingginya, yaitu seperti Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Di UPJ, materi Liberal Art yang dimasukkan adalah Pengantar Ilmu Pengetahuan Alam (mempelajari dasar-dasar ilmu fisikia, kimia, biologi, dan kebumian) dan Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial (mempelajari dasar-dasar psikologi, antropologi, sosiologi, dan ekonomi). Sedangkan di UPH, materi Liberal Art yang dimasukkan berupa Asian Thought (mempelajari pemikiran-pemikiran filosofi dari India (Asia Selatan), China dan Jepang (Asia Timur). Itulah yang sedikit membedakan UPJ dan UPH dalam penerapan Liberal Art.

d.    Kelebihan dan Kekurangan Liberal Art
Liberal Art merupakan suatu sistem pendidikan yang sangat berbeda dengan sistem-sistem pendidikan yang sudah ada di Indonesia. Sistem Liberal Art tidak mengkotak-kotakkan jenis pendidikan yang ada, maksudnya pada sistem Liberal Art kita dapat mempelajari pelajaran yang biasanya tidak didapatkan dalam program studi yang kita pilih. Dengan begitu kita bisa menambah pengetahuan yang lebih banyak dan luas. Mempelajari pelajaran diluar program studi pun dapat membuat kita menjadi seorang yang berpikiran terbuka, sehingga kita dapat melihat suatu hal dari beberapa sudut pandang dan menanggapinya dengan bijak. Namun sayangnya belum banyak orang yang bisa merasakan manfaat Liberal Art tersebut. Itu disebabkan karena Liberal Art adalah sistem baru yang masuk ke Indonesia, sehingga masyarakat belum mengenal dan mengerti tentang Liberal Art. Kurangnya sosialisasi tentang pengenalan Liberal Art dalam lingkungan pendidikan juga merupakan suatu hambatan yang besar. Semakin lama proses soisalisasi tersebut, semakin jauh pula kita tertinggal dengan negara-negara barat yang telah lama menerapkan sistem Liberal Art.

III.           Penutup

a.      Kesimpulan
Liberal Art adalah suatu sistem pembelajaran yang mempelajari banyak cabang ilmu, dari ilmu eksakta hingga ilmu sosial. Mengasah soft-skill dan hard-skill siswanya. Menjadikan siswanya memiliki pengetahuan umum yang lebih luas daripada lulusan yang tidak mempelajari Liberal Art, membuat siswanya menjadi lebih aktif, kreatif, dan berpikiran inovatif dengan apa yang ia hadapi sehati-hari. Sehingga diharapkan Liberal Art dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dan dapat mencetuskan ide-ide kreatif dimasa depan.

b.     Saran
Pendapat kami Liberal Arts wajib dikembangkan di Indonesia untuk perkembangan pendidikan  Universitas yang lebih maju seerti Negara-negara di Eropa yang sudah menerapkan sistem pendidikan Liberal Arts ini.

             IV. Daftar Pustaka

https://ferryismawan.wordpress.com/2012/01/22/liberal-art-sejarah-dan-aplikasinya-2/

http://serampaikata.blogspot.com/2012/10/pengertian-liberal-arts.html

https://nurannisaa7.wordpress.com/2009/04/04/kurikulum-liberal-arts-tawaran-menarik-

bagi-pendidikan-indonesia/

http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/27/universitas-liberal-arts-belajar-seni-apa-

511674.html

http://dinegeriseberang.blogspot.com/2012/05/liberal-arts-apa-itu-liberal-arts.html.

http://edutorial.org/2014/02/15/universitas-dengan-pendidikan-liberal-arts/